Tersenyumlah
untuk kehidupan
Bangunlah
gubuk itu menjadi istana, rancanglah kediamanmu kelak dari rumahmu yang terbuat
dari tanah liat, bukan dari istanamu yang terbuat dari gading.
Bila
engkau bisa tersenyum saat hatimu penuh dengan duka nestapa, maka sesungguhnya
engkau sedang meringankan bebanmu sendiri dan membuka satu pintu untuk
kebahagiaan. Jangan pernah ragu untuk tersenyum, karena didalam dirimu ada
kekuatan besar yang meluap setelah tersenyum. Jangan menekan kekuatan itu,
karena dengan menekannya berarti engkau memaksa jiwamu masuk kedalam botol
penderitaan. Tersenyum tidak akan membahayakanmu. Bicaralah dengan orang-orang
disekitarmu dengan bahasa kalbu. Alangkah indahnya bibir kita ketika berbicara
dengan bahasa senyuman.
Seseorang
mengatakan bahwa “senyum itu merupakan keharusan dalam bermasyarakat.” Karena,
ketika engkau bergaul dengan orang lain, engkau dituntut untuk berkomunikasi
dengan baik, dan menyadari bahwa hidup bermasyarakat itu menuntut
keterampilan-keterampilan manusia, dan itu harus engkau kuasai. Salah satunya
adalah keterampilan tersenyum.
Ketika
engkau tersenyum dihadapan orang lain, maka engkau sedang memberikan kepada
mereka kehidupan yang indah, penuh optimism, dan kabar gembira yang mereka
harapkan. Sebaliknya, jika engkau bertemu seseorang dengan wajah cemberut, maka
engkau telah menyiksa mereka dan menodai kehidupan mereka. Relakah engkau
menjadi biang kesediham orang lain.?
salam ^__^ Alan Angganuari***
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar