Minggu, 02 Juni 2013

Tersenyumlah Untuk Kehidupan




Tersenyumlah untuk kehidupan

Bangunlah gubuk itu menjadi istana, rancanglah kediamanmu kelak dari rumahmu yang terbuat dari tanah liat, bukan dari istanamu yang terbuat dari gading.
Bila engkau bisa tersenyum saat hatimu penuh dengan duka nestapa, maka sesungguhnya engkau sedang meringankan bebanmu sendiri dan membuka satu pintu untuk kebahagiaan. Jangan pernah ragu untuk tersenyum, karena didalam dirimu ada kekuatan besar yang meluap setelah tersenyum. Jangan menekan kekuatan itu, karena dengan menekannya berarti engkau memaksa jiwamu masuk kedalam botol penderitaan. Tersenyum tidak akan membahayakanmu. Bicaralah dengan orang-orang disekitarmu dengan bahasa kalbu. Alangkah indahnya bibir kita ketika berbicara dengan bahasa senyuman.
Seseorang mengatakan bahwa “senyum itu merupakan keharusan dalam bermasyarakat.” Karena, ketika engkau bergaul dengan orang lain, engkau dituntut untuk berkomunikasi dengan baik, dan menyadari bahwa hidup bermasyarakat itu menuntut keterampilan-keterampilan manusia, dan itu harus engkau kuasai. Salah satunya adalah keterampilan tersenyum.
Ketika engkau tersenyum dihadapan orang lain, maka engkau sedang memberikan kepada mereka kehidupan yang indah, penuh optimism, dan kabar gembira yang mereka harapkan. Sebaliknya, jika engkau bertemu seseorang dengan wajah cemberut, maka engkau telah menyiksa mereka dan menodai kehidupan mereka. Relakah engkau menjadi biang kesediham orang lain.?

salam ^__^ Alan Angganuari***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar