Minggu, 02 Juni 2013

Ribuan Bentuk, Ribuan Perubahan, digerakkan oleh Cinta


Ribuan Bentuk, Ribuan perubahan, digerakkan oleh Cinta

Bentuk merupakan hal yang skunder untuk cinta, karena tanpa cinta, bentuk tidak bernilai apapun. Sesuatu yang tidak dapat bertahan tanpa adanya hal yang utama, adalah skunder. Karena Tuhan tidak dapat dikatakan memiliki bentuk dan bentuk adalah skunder, Dia tidak bisa disebut skunder.

Jika setiap orang berkata bahwa cinta tidak dapat dibayangkan atau dikonkretkan jika tanpa bentuk, dan aspek skundernya adalah bentuk, kita bertanya mengapa cinta tidak dapat dibayangkan jika tanpa bentuk. Tentu dia penggerak bentuk. Ribuan bentuk, baik gambaran atau kenyataan, digerakkan oleh cinta. Meski tidak ada lukisan tanpa pelukis dan tak ada pelukis tanpa lukisan, lukisan masih skunder dan pelukis adalah hal yang pokok dan utama “seperti gerak jari dengan gerak cincin.”

Sejauh tak ada “cinta” pada rumah, arsitek tidak dapat memahami atau mendesain rumah. demikian pula, pada suatu waktu gandum dijual seharga emas dan pada waktu yang lain, ia dijual seharga kotoran, tetapi bentuk gandum tetap sama. Nilai dan harga bentuk gandum bergantung atas “cinta” terhadapnya. Demikian juga keahlian yang engkau cari dan cinta, boleh jadi memiliki nilai besar bagimu, namun pada suatu masa ketika tidak ada tuntutan kebutuhan atas hal itu, tak seorangpun akan mempelajari atau melatihnya.

Orang berkata bahwa akhir dari cinta adalah menjadi diinginkan dan dibutuhkan untuk sesuatu yang pasti. Oleh karena itu, kebutuhan merupakan hal yang primer dan hal yang dibutuhkan adalah  hal skunder. Aku berkata kata-kata yang kau katakan diucapkan oleh kebutuhan . sesungguhnya kata-kata itu ada karena kebutuhanmu, yakni ketika engkau ingin berkata-kata, maka kata-kata itupun “lahirlah”. Maka, dasar kebutuhan ada mendahului kata-kata yang lahir darinya. Kebutuhan ada sebelum kata. Jika ada orang ditanya bagaimana suatu benda bisa menjadi skunder, jika sesungguhnya obyek kebutuhan adalah kata. Aku katakan skunder selalu obyek, seperti halnya obyek akar tanaman adalah cabang pohon.

--Alan Angganuari--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar