Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2014

Quetzal yang malang




Cerpen
Quetzal yang malang

Tidak semua orang tau bahwa  sebagian sisi hutan basah tropis terdapat suatu speasis burung yang sangat cantik indah dan menawan, siapa saja yang melihat pasti akan kagum akan keindahannnya. 

Dan disebuah hutan tropis yang subur itu hiduplah seekor burung jantan quetzal, yang  hidup  dalam dunianya dan hidup dengan  kebahagiaannya. Setiap hari sang Quetzal jantan selalu bersemangat dalam menjalani hidupnya, penuh keceriaan penuh kebahagiaan hingga wajar saja kalau sang jantan ini cukup terkenal dilingkungan sekitarnya, tidak pernah sekalipun sang jantan quetzal ini menampakkan kegelisahannya ataupun  kesedihannya. Sehingga teman temannya merasa senang mengenalnya dan bahkan  menganggap bahwa burung jantan ini begitu bahagia dan begitu sempurna kehidupannya.

Kehidupan sang jantan memang penuh dengan kebahagiaan apalagi ketika sang jantan menemukan sang betina quetzal yang begitu manis senyumannya, sang jantanpun begitu mengagumi sang betina,  kesadarannya pun menghilang semuanya menjadi indah bagi sang jantan tak pernah dirasakannya kebahagiaan yang begitu membahagiakan ini.
Sang betina quetzal  tiga tahun lebih  muda darinya, seharipun tidak pernah terlintas dipikiran sang jantan quetzal tanpa memikirkan sang betina quetzal, sungguh sang jantan jatuh cinta akan keharuman cinta yang ditawarkan sang betina, menjadi mabuk karena senyuman manisnya yang menggoda, sang  jantan quetzal pun meyakini bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk mendapatkan sepenuhnya cinta sang betina quetzal, sehingga sang jantanpun bertekat untuk membahagiakannya  dan melakukan apa saja demi sang pujaannya.

Airpun mengalir membawa kesejukannya, begitu pula yang dirasakan sang  jantan quetzal, kesejukan,  kebahagiaan  karena sang betina quetzal semakin dekat dengannya dan sang jantanpun semakin merasakan harapan harapan indah itu. Jantan quetzal merasa kalau inilah keindahan yang dia cari sehingga dia menutup pintu hatinya untuk betina betina quetzal lainnya, meskipun sang jantan sering tergoda bujuk rayuan sang betina quetzal lainnya tetapi sang jantan tetap bisa bertahan hanya pada satu quetzal yang pertama dikenalnya dan yang begitu disayanginya.  Sang jantan quetzal pun tidak segan segan mengenalkan sang pujaannya kepada teman temannya, meskipun hanya sekedar mengenalkan namanya karena sang betina yang begitu pemalu sehingga selalu menolak setiap ajakan sang jantan untuk bertemu dengannya.
Mereka memang telah lama mengenal tetapi, kedekatan mereka tidaklah sama seperti kedekatan quetzal jantan dan quetzal betina lainnya, sebab mereka berdua tidak pernah bertemu secara langsung,  mereka hanya bertemu dalam sebuah isyrat tulisan,  mereka tidak pernah berbicara hanya seuntaian tulisan tulisan yang mereka buat yang menjadi saksi diantara kedekatan  mereka.

suatu malam sang jantan quetzal mengetahui bahwa sang betina pun tidak hanya dekat pada dirinya saja tetapi ia juga dekat pada pejantan quetzal lainnya, dan sekarang Sang betina pun telah memutuskan menjalin hubungan spesial pada sang jantan lainnya.

sang betina begitu hebat merahasiakan jalan pikirannya, tidak terduga sedikitpun oleh sang jantan tetang apa yang diinginkan sang betina quetzal. Benarkah sang betina bahagia melakukan semua itu,  apa yang salah dari pejantan quetzal yang sangat menyayanginya, apa makna dari setiap waktu dan perhatian yang diberikan betina quetzal setahun belakangan itu,  mengapa sang betina tidak berterus terang kepada sang jantan quetzal bahwa dirinya telah menjalin hubungan dengan pejantan quetzal lainnya selama lima bulan belakangan sedangkan dia telah menghabiskan waktu setahun belakangan pada sang jantan quetzal.

Kini tinggallah sang jantan quetzal. meskipun belum berakhir sepenuhnya dan kini sang jantan quetzal bingung apa yang harus dilakukannya sebab rasa sayangnya mengalahkan akal sehatnya. Sebab karena rasa cintanya kepada sang betina sehingga ia melupakan betapa berharga dan betapa mulia hatinya.
--Selesai--

Selasa, 18 November 2014

Samarinda 18 November 2014



Samarinda 18 November 2014

Tulisan sederhana ini memang tidak menjelaskan seutuhnya tentang rasa ini tetapi paling tidak setelah mengenalmu, aku percaya bahwa selain dia masih ada kamu.
Aku juga sudah lupa kapan pertama kali mengenalmu, perkenalan pertamapun biasa biasa saja, ya biasa biasa saja, wajahmu ya, memang aku akui wanita sebelumnya yang hadir itu memang jauh lebih cantik bila dibandingkan dengan kamu, kamu pun sebenarnya sangat cantik,  kamu hanya perlu sedikit memberanikan diri untuk tampil cantik.
 senyuman kamu membuktikan bahwa kamu wanita baik-baik wanita yang pantas dipertimbangkan dan wanita yang pantas diperjuangkan.
Dan aku disini tidak akan mengganggumu apalagi menggodamu aku janji.

Sabtu, 01 November 2014

TEMAN KAMPUS YANG HAMPIR PUNAH



TEMAN KAMPUS YANG HAMPIR PUNAH 
(belajarmenulislagi)
gak tau mau ngapain, kalau cerita tentang perempuan satu ini, yang pasti kalau sudah ketemu sama orang ini bawaannya mau ngebully dy terus, entah penampilannya atau sipatnya yang sepertinya wajar wajar saja kalau  dibully.hahaha
oya sebelum lanjut teman teman disini tau tidak  bully itu apa ? na ? haha saya juga tidak taulah tapi kemudian saya cari tau, kalau kata kata teman dunia khayalan bully itu kekerasan dalam bentuk rasa, ah gak ngerti jadi saya ambil refrensinya om gogle saja (sejakkapanlagigoglejadiom) tapi masih dalam bentuk kesimpulan yang saya pikirkan, jadi Bully itu penggunaan kekerasan ancaman atau paksaan untuk menyalah gunakan atau mengintimidasi orang lain. (jahatbangetberartisaya) Tapi bully yang saya lakukan ini yaa masih tidak begitu jahat jahat banget buktinya dy tidak pernah nangis depan saya, atau marah marah juga tidak pernah,haha tapi ingat jangan ditiru kebiasaan ini.
padahal dikelas banyak teman teman yang lainnya yang saya pikir punya cerita atau karena sipat khasnya sipat aneh atau nyelenehnya dikelas, seperti Mulyadi, Nur, Odo (orang ini punya banyak film lo  semua teman dikelas tau koleksi koleksinya kalau teman mau boleh nanti minta langsung sama Odo haha), ada juga andri, Hafidz, Monic, igel, Ita atau Ika Novita Mulia teman baik yang baru kukenal beberapa tahun belakangan ini, banyak pokoknya bisa gila kalau kutulis disini namanya satu persatu (Hay Semua ! haha)
ini tulisan kedua saya, yang insfirasinya dari teman dikelas (setelah tulisan pertama saya B’da Ashar yang saya tuliskan buat teman yang baik hatinya Nur Inas Purnama Sari) tapi kali ini sedikit aneh yaa mungkin saja sedikit kasar. (Teman Kampus yang Hampir Punah). haha gak tau kenapa kepikiran begini padahal lebih bagus kalau temanya Teman kampus yang tidak boleh Punah atau Teman kampus yang baik hatinya, kata katanya bapak Mario haha (kita hanya bercanda tante)
oke kita mulai...!
kenal, saya sendiri saja sudah lupa seberapa lama saya kenal sama dy, mungkin kalau dikasih kesempatan sama tuhan dulu saya tidak mau kenal sama dy, kenapa ? soalnya kenal sama orang ini malah bikin dosa saya semakin banyak,hahaha

ya kita berteman, kebaikan dan keburukan sipat itu sudah biasa, jahat sini jahat situ ya biasa asalkan jangan tipu tipu saja, nah ? haha pokoknya saya pikir semua itu hal biasa dan mungkin wajar wajar saja, kamu bisa  buktikan dibelahan bumi mana saja tidak akan kamu temuin seseorang yang berhati emas ? hah hati emas ya jelas gak ada,haha gak percaya, aduh.!”
tapi ada sesuatu yang istimewa. Mungkin kesabarannya, ya kesabarannya, haha dibully gimanapun gak pernah marah gak pernah nangis, haha
yang pastinya orang ini penyemangat pandai bergaul dan pastinya sering bantu bantu, bantu bantu ? iya suka bantuin saya, yang baik yang buruk buruk juga suka bantuin, astagfrullah. misalkan batuin kerjain tugas kuliah isikan absen kuliah banyak banged. dan itu kebiasaan buruk yang mungkin sudah kami anggap wajar dikelas.haha
kini saat saya menulis tulisan ini kami sudah lama tidak  ketemu mungkin karena menjadi MaLa, kamu tau gak Mala itu apa ? haha itu singkatan yang saya buat sendiri, Mala (Mahasiswa Lawas/Lama ya sama saja),haha (tapi tenang saya tetap bahagia disini meskipun tanpa dy, tapi kalau ada dy disini ah malas mikirin dy.hahaha)
yang saya tau orang ini salah satu Perempuan yang kepeduliannya sangat tinggi terhadap saya, sebab masih sering nelponin atau sekedar ngingetin saya,

dengan gayanya kemana aja lu ?
sombong banget lu !
gak pernah keliatan aja lu,
skrifsi lu kapan lu kerjain
mau kapan lu lulus,
(selalu kasih bandingan) liat teman teman yang lain sudah pada maju semua, lu kapan ?

haha pokoknya banyak deh,haha tapi biar begitu untungnya dia gak pernah berkata kata yang menakutkan misalkan (kemana aja lu gak pernah nongol kekampus Mati kah lu) haha kan bahaya saya paling anti dikatain kata kata mati mungkin gara gara sering lihat kuburan, sering mikir dikuburan nanti ngapain ada teman gak ya disana enak gak ya nanti ada bidadari gak ya.hahagila.
hahahahaha saya mau ketawa kalau ingat dia, iyaa dia Nafiza Hayati, biasa dipanggil ica gak tau dimana nyambungnya ica padahal namanya nafiza hayati,haha teman saya yang gila, gila sekali apalagi kalau sudah cerita lelaki idamannya, iya siapa lagi kalau bukan laki laki idamannya laki laki soleh (bukan soleha apalagi Siti Soleha adik tingkat yang senyumannya bikin aduhai itu ya haha) bang Sur*h**n{eiittSensor} dari fakultas Hukum (semoga Kalian Berjodoh Amminnnn). Haha
akhir tulisan ini Nafiza Hayati,,,, iya kamu Terimakasih karena engkau baik sekali padaku. Salam tinjulah buat kamu, gebukgebuk,hahahaaaaaaaa


 Atas Nafiza Hayati, Saya Sendiri
bawah  Nurhasanah Nur Inas Purnama Sari

(ingat,,,dilarang keras membaca tulisan ini ketika lagi makan dikhawatirkan Muntah muntah)
Salam hangat buat Kawan kawan semua J peaceee J

Senin, 08 April 2013

Getaran dan Peringatan Mata Hati


Cerpen
Getaran dan Peringatan Mata Hati

Dalam tidur aku tau dia memandangku, melihat dan mewaspadaiku, aku tau dia menginginkanku, dari ujung jendela kamar dia terbang mengepakkan sayapnya terbang terbang mendekat kepadaku. Kuku kuku tajam rambut orak orakan dan bergaun putih lusuh kurus dan Sangat jelek.
Saat berdekatan denganku aku tersadar ternyata dia mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga tak mampu aku menahan beban tubuhnya menghindarkan kuku dan jari jari tangannya dari leherku, ya dia menindih dan mencengkram kuat leherku sangat kuat sehingga aku kesusahan bernapas dibuatnya.
Takbir sahadat hanya itu yang selalu kubaca dan aku ucapkan dari mulutku, dengan sambil berusaha dan berharap semoga Allah membantuku agar terlepas dari cengkramannya. Semakin keras dan semakin lancang aku bertahmid semakin enggan juga dia melepasku, dia malah marah kepadaku dan terus mencengkramkan kuku kuku tajamnya keleherku, aku tak bisa meronta, terdiam, kaku seperti terkena aliran listrik yang berkekuatan tinggi. Hanya hati kecilku dan mulutku yang mampu untuk berucap dan memohon ampunan dan perlindungan. Aku tau dia mahluk Allah, Mahluk yang sama sama diciptakan oleh Allah Aku tau dia hanyalah debu kecil bagi Allah, aku percaya Allah pasti menolongku.
Ya sepuluh menit berlalu dan aku terjaga dari tidur. Dengan sadar aku melihatnya melayang menghilang dan pergi menjauh dariku. Tersenyum dan Istigfar aku bangun dan berjalan menuju lemari es. Aku ambil segelas Air putih untuk meredakan rasa hausku dan sekedar untuk menghilangkan rasa ketegangan yang baru saja aku alami.
Mati, seandainya tadi Adalah malaikat Maut yang mendatangiku, Apa aku siap untuk Mati tanpa mengucapkan kalimat sahadat itu ? sungguh tak ada hal yang paling dasyhat didunia ini selain dari pada kematian. Itulah kata kata indah Disaat bibir kelu. Lidah kaku untuk mengucapkannya hanya pada Allah pikirku tempat meminta pertolongan.
Mahluk Ciptaan Allah, ya dia hanya Mahluk ciptaan Allah, mahluk kecil yang jauh tidak sebanding kekuatannya dengan malaikat malaikat Allah. Ternyata Allah menginginkan agar hati kecilku tersadar bahwa diantaranya terdapat tanda tanda kekuasaannya dan Seandainya dia malaikat pencabut nyawa yang dikirimkan Allah untuk mencabut nyawaku yang telah terjanjikan itu. Seakan akan Aku bisa merasakan dan baru saja mengalami betapa hebatnya proses sakratul Maut itu. Menyambut kedatangan mahluk kecil ciptaan Allah dalam tidur saja aku tak sanggup melawannya, Apalagi melawan kedatangan malaikat Maut izrail sang pencabut nyawa, secara sadar dan tidak tersadar sekalipun, Aku tidak akan siap menyambut kedatangannya, kedasyatannya kematian, apa yang bisa aku bawa Apa yang bisa Aku harapkan dan Apa yang bisa aku  banggakan. Astagfrullah.
Aku bersyukur atas kekuasaan dan kebesaran Allah swt terhadapku, yang telah menyadarkanku. bagaimana bisa aku menentang kekuasaannya Allah sedangkan melawan mahluk terkecil ciptaannya saja aku tak sanggup.
Rabby Awzinii An Asykura Nimatakal Lati An amta Alayya wa Alaa Waalidayya Wa An A mala Shaalihan Tardaahu Wa Adkhilni Birahmatika Fii Ibadikash Shaalihiin. Ya Tuhanku berilah aku ilham agar tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat Mu kedalam golongan hamba hambaMu yang shaleh. Amin
Doaku mengakhiri catatan kecilku…
Jumat Pagi, 22 Febuari 2013. 03 : 24
By. Alan Angganuari

Ba'da Ashar


Cerpen.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

***Cuaca hari itu cukup panas, ditengah terik matahari di sore hari kampus fisip. Setelah perkuliahan selesai Sengaja ku percepat langkah kaki bersama teman teman menuju koperasi fisip untuk membeli minuman dingin. Disampainya di koperasi aku pilihkan pilihanku pada minuman big cola sebagai pereda rasa gerahku dan sebagian temanku menjatuhkan pilihannya pada minuman coca-cola.

Hari itu aku tidak bersama teman baikku, ya semua teman dikelas memang teman baikku, tetapi bagiku tidak ada teman terbaik selain temanku yang satu ini. Badan tinggi tegap dengan kehebatan imajinasi dan kemampuan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, dan aku pikir aneh saja hari itu aku tidak bersama dia, mungkin dikarenakan dia lagi ada urusan untuk bertemu ketua prodi, dan kebetulan waktu itu aku menolak juga ketika dia meminta untuk ditemani menuju prodi, aku hanya memberikan sebotol fresfie dingin untuk menemani perjalanannya tanpa menemaninya. Karena lagi malas, Kemudian aku putuskan saja untuk tetap bergabung bersama teman teman kelas yang lainnya nongkrong sambil menikmati segarnya big Cola disore hari yang panas dan menggerahkan.

Cukup banyak yang kami perbincangkan, seperti kebiasaan laki laki umumnya, kalau bukan bola apalagi, walaupun aku bukan penggila bola sejati tetapi jujur aku juga menikmati perbincangan waktu itu. Sambil melirik Jam tangan aku ingatkan teman temanku bahwa sepuluh menit lagi perKuliahan ke Dua akan segera dimulai. Oia sekarang aku bukan ketua tingkat lagi seperti kemarin, jawatan yang aku pegang kurang lebih enam semester itu telah aku lepas dan aku limpahkan kepada teman baikku, entah apa yang aku pikirkan, yang aku tau menjadi seorang Pemimpin itu tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Tetapi menjadi Pemimpin itu juga menyenangkan, anda akan belajar menjadi jiwa jiwa besar melalui cara Kepemimpinan Anda.

Tak terasa sepuluh menit pun berlalu, dengan berjalan santai aku langkahkan kaki menuju kelas, kelas demi kelas pun dilewati, sampailah aku pada kelas yang aku tuju, tanpa diduga sebelumnya ternyata dosennya telah memulai perkuliahan,haha aku telat lagi pikirku. Dan untungnya Dosennya pun masih memberikan kesempatan untuk masuk dan ikut belajar dikelas.
Sebelum aku masuk ruangan, diseberang sana, tidak jauh dari tempat aku berdiri terlihat seorang perempuan memanggil dan bertanya padaku.
Sudah ada Dosenkah ? ya Pertanyaan itu sudah biasa bagiku, tetapi waktu pertanyaan itu jadi berbeda dikarenakan dia adalah Seorang perempuan manis, apalagi waktu itu dia mengenakan Mukena putih yang hampir menutupi seluruh tubuhnya tanpa terkecuali Mukanya yang tersenyum manis padaku.
Aku tau dia baru saja menyelesaikan kewajibannya, kewajiban yang selalu dia laksanakan, tanpa diberitahupun aku bisa melihat dan merasakan kesungguhan hatinya dan keyakinan Imannya pada Tuhannya.
Ya Mushala Itu, Mushala Fisip, disanalah aku melihatnya, disana lah aku melihat kecantikan yang sesungguhnya pada dirinya. Warna putih bersih dengan senyuman khas dibibirnya.
Dia teman baikku, aku sering bersamanya dan bersama teman teman yang lainnya. Bagiku Dia menyenangkan dan selalu tersenyum manis kepadaku dan teman yang lainnya. Tidak pemarah walaupun Aku sering mengejekknya, dengan sebutan Pusdima Palsu,wkwkwk
Dia teman baikku, sering mengingatkanku pada kebaikan, dan aku merasa menyenangkan bisa mengenal dan bersahabat dengannya. Doaku hari itu, semoga kamu menjadi wanita penghuni Surga, Dunia dan Akhirat. Amin

By.  Alan Angga Nuari