Pandanglah
Awan dan Jangan Melihat ke Tanah
Kalau
bukan karena nyala api yang mengitarinya Harumnya aroma kayu gaharu tidak akan
pernah tercium.
Gantungkan
cita-citamu setinggi mungkin. Kemudian, merambatlah dan teruslah mendaki untuk
meraihnya. Namun, tetaplah waspada dan hati-hati agar jangan sampai terjatuh!
Ketahuilah,
hidup ini hanya beberapa menit saja. Jadilah seperti seekor semut dalam
kesungguhan, ketekunan dan kesabaran. Cobalah, dan teruslah engkau mencoba!
Bertobatlah jika engkau melakukan kesalahan, dan kembalilah engkau kepintu
tobat. Hafalkan kembali Al-Quran jika engkau telah lupa. Hafalkan terus untuk
yang kedua kalinya, ketiga kalinya sampai kesepuluh kalinya sekalipun. Yang
terpenting, engkau jangan pernah merasa gagal dan frustasi, karena sejarah
tidak pernah mengenal kata terakhir; akal tidak mengenal kata penghabisan;
sebab usaha dan perbaikan masih selalu terbentang.
Sesungguhnya
umur itu seperti tubuh; bisa dipercantik dengan operasi, dan seperti bangunan;
masih memungkinkan untuk dipugar dan kemudian diperindah dengan warna cat yang
baru. Jauhilah sekolah yang bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah dari
hatimu semua bayang-bayang penyakit, bencana, musibah dan kesulitan. Allah
berfirman, “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu
benar-benar orang yang beriman.” (QS.Al-Maidah : 23)
(meninggalkan
maksiat adalah perjuangan, sedangkan menekuninya adalah pengkhianatan)
Dr. 'Aidh al-Qarni (Menjadi Wanita Paling Bahagia)
by.Alan Angganuari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar