Minggu, 02 Juni 2013

Pandanglah Awan dan Jangan Melihat ke Tanah


Pandanglah Awan dan Jangan Melihat ke Tanah

Kalau bukan karena nyala api yang mengitarinya Harumnya aroma kayu gaharu tidak akan pernah tercium.

Gantungkan cita-citamu setinggi mungkin. Kemudian, merambatlah dan teruslah mendaki untuk meraihnya. Namun, tetaplah waspada dan hati-hati agar jangan sampai terjatuh!
Ketahuilah, hidup ini hanya beberapa menit saja. Jadilah seperti seekor semut dalam kesungguhan, ketekunan dan kesabaran. Cobalah, dan teruslah engkau mencoba! Bertobatlah jika engkau melakukan kesalahan, dan kembalilah engkau kepintu tobat. Hafalkan kembali Al-Quran jika engkau telah lupa. Hafalkan terus untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya sampai kesepuluh kalinya sekalipun. Yang terpenting, engkau jangan pernah merasa gagal dan frustasi, karena sejarah tidak pernah mengenal kata terakhir; akal tidak mengenal kata penghabisan; sebab usaha dan perbaikan masih selalu terbentang.
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh; bisa dipercantik dengan operasi, dan seperti bangunan; masih memungkinkan untuk dipugar dan kemudian diperindah dengan warna cat yang baru. Jauhilah sekolah yang bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah dari hatimu semua bayang-bayang penyakit, bencana, musibah dan kesulitan. Allah berfirman, “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS.Al-Maidah : 23)
(meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedangkan menekuninya adalah pengkhianatan)

Dr. 'Aidh al-Qarni (Menjadi Wanita Paling Bahagia)
by.Alan Angganuari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar