Minggu, 02 Juni 2013

Isi Cangkir Lebih Utama dibanding Bentuknya


Isi Cangkir Lebih Utama dibanding Bentuknya

“yang tercinta” akan selalu terlihat indah bagi yang mencintainya. Tapi pernyataan itu tidak bisa dibalikkan: tidak setiap keindahan akan selalu dicintai. Keindahan merupakan bagian dari “yang tercinta.” “yang tercinta” adalah bagian yang utama. Jika  cinta telah melingkupi “yang tercinta”, maka keindahan akan mengikutinya dan menjadi bagian dari “yang tercinta.” Bagian dari suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari keseluruhannya. Bagian mesti menyinggung keseluruhan.

Sebagai contoh, datangkan orang lapar yang belum makan selama sepuluh hari dan seorang lagi yang sudah makan sebanyak lima kali sehari. Kemudian, suguhkan kehadapan mereka setangkup roti. Orang yang telah makan banyak akan melihat roti itu hanyalah sebentuk roti. Sedangkan orang yang lapar melihat roti sebagai penyambung hidupnya.  Bagi orang yang sudah kekenyangan, roti itu tampak seperti cangkir baginya. Dan bagi orang lapar, roti itu bagaikan anggur dalam cangkir. 

Orang yang memiliki keinginan dan hasrat sajalah yang dapat melihat “anggur.” Maka untuk bisa melihat anggur, engkau harus melihatnya dengan mata simpatik dan penuh hasrat. Engkau tak lagi hanya menjadi pengamat bentuk, namun melihat hal yang nyata dari seorang kekasih. Bentuk luar manusia dan benda yang diciptakan menyerupai cangkir, dan hal-hal lain seperti pengetahuan, seni serta ilmu adalah hiasan dari cangkir tersebut. Ketika gelas pecah, tidak ada sedikitpun “hiasan” yang tersisa. Hal penting kemudian adalah anggur yang mengikuti bentuk gelas. Siapapun yang melihat dan meminum anggur tahu bahwa pekerjaan baik akan abadi.

***Alan Angganuari***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar