Isi
Cangkir Lebih Utama dibanding Bentuknya
“yang
tercinta” akan selalu terlihat indah bagi yang mencintainya. Tapi pernyataan
itu tidak bisa dibalikkan: tidak setiap keindahan akan selalu dicintai.
Keindahan merupakan bagian dari “yang tercinta.” “yang tercinta” adalah bagian
yang utama. Jika cinta telah melingkupi
“yang tercinta”, maka keindahan akan mengikutinya dan menjadi bagian dari “yang
tercinta.” Bagian dari suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari
keseluruhannya. Bagian mesti menyinggung keseluruhan.
Sebagai
contoh, datangkan orang lapar yang belum makan selama sepuluh hari dan seorang
lagi yang sudah makan sebanyak lima kali sehari. Kemudian, suguhkan kehadapan
mereka setangkup roti. Orang yang telah makan banyak akan melihat roti itu
hanyalah sebentuk roti. Sedangkan orang yang lapar melihat roti sebagai
penyambung hidupnya. Bagi orang yang
sudah kekenyangan, roti itu tampak seperti cangkir baginya. Dan bagi orang
lapar, roti itu bagaikan anggur dalam cangkir.
Orang yang memiliki keinginan
dan hasrat sajalah yang dapat melihat “anggur.” Maka untuk bisa melihat anggur,
engkau harus melihatnya dengan mata simpatik dan penuh hasrat. Engkau tak lagi
hanya menjadi pengamat bentuk, namun melihat hal yang nyata dari seorang
kekasih. Bentuk luar manusia dan benda yang diciptakan menyerupai cangkir, dan
hal-hal lain seperti pengetahuan, seni serta ilmu adalah hiasan dari cangkir
tersebut. Ketika gelas pecah, tidak ada sedikitpun “hiasan” yang tersisa. Hal
penting kemudian adalah anggur yang mengikuti bentuk gelas. Siapapun yang
melihat dan meminum anggur tahu bahwa pekerjaan baik akan abadi.
***Alan Angganuari***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar