Senin, 08 April 2013

Getaran dan Peringatan Mata Hati


Cerpen
Getaran dan Peringatan Mata Hati

Dalam tidur aku tau dia memandangku, melihat dan mewaspadaiku, aku tau dia menginginkanku, dari ujung jendela kamar dia terbang mengepakkan sayapnya terbang terbang mendekat kepadaku. Kuku kuku tajam rambut orak orakan dan bergaun putih lusuh kurus dan Sangat jelek.
Saat berdekatan denganku aku tersadar ternyata dia mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga tak mampu aku menahan beban tubuhnya menghindarkan kuku dan jari jari tangannya dari leherku, ya dia menindih dan mencengkram kuat leherku sangat kuat sehingga aku kesusahan bernapas dibuatnya.
Takbir sahadat hanya itu yang selalu kubaca dan aku ucapkan dari mulutku, dengan sambil berusaha dan berharap semoga Allah membantuku agar terlepas dari cengkramannya. Semakin keras dan semakin lancang aku bertahmid semakin enggan juga dia melepasku, dia malah marah kepadaku dan terus mencengkramkan kuku kuku tajamnya keleherku, aku tak bisa meronta, terdiam, kaku seperti terkena aliran listrik yang berkekuatan tinggi. Hanya hati kecilku dan mulutku yang mampu untuk berucap dan memohon ampunan dan perlindungan. Aku tau dia mahluk Allah, Mahluk yang sama sama diciptakan oleh Allah Aku tau dia hanyalah debu kecil bagi Allah, aku percaya Allah pasti menolongku.
Ya sepuluh menit berlalu dan aku terjaga dari tidur. Dengan sadar aku melihatnya melayang menghilang dan pergi menjauh dariku. Tersenyum dan Istigfar aku bangun dan berjalan menuju lemari es. Aku ambil segelas Air putih untuk meredakan rasa hausku dan sekedar untuk menghilangkan rasa ketegangan yang baru saja aku alami.
Mati, seandainya tadi Adalah malaikat Maut yang mendatangiku, Apa aku siap untuk Mati tanpa mengucapkan kalimat sahadat itu ? sungguh tak ada hal yang paling dasyhat didunia ini selain dari pada kematian. Itulah kata kata indah Disaat bibir kelu. Lidah kaku untuk mengucapkannya hanya pada Allah pikirku tempat meminta pertolongan.
Mahluk Ciptaan Allah, ya dia hanya Mahluk ciptaan Allah, mahluk kecil yang jauh tidak sebanding kekuatannya dengan malaikat malaikat Allah. Ternyata Allah menginginkan agar hati kecilku tersadar bahwa diantaranya terdapat tanda tanda kekuasaannya dan Seandainya dia malaikat pencabut nyawa yang dikirimkan Allah untuk mencabut nyawaku yang telah terjanjikan itu. Seakan akan Aku bisa merasakan dan baru saja mengalami betapa hebatnya proses sakratul Maut itu. Menyambut kedatangan mahluk kecil ciptaan Allah dalam tidur saja aku tak sanggup melawannya, Apalagi melawan kedatangan malaikat Maut izrail sang pencabut nyawa, secara sadar dan tidak tersadar sekalipun, Aku tidak akan siap menyambut kedatangannya, kedasyatannya kematian, apa yang bisa aku bawa Apa yang bisa Aku harapkan dan Apa yang bisa aku  banggakan. Astagfrullah.
Aku bersyukur atas kekuasaan dan kebesaran Allah swt terhadapku, yang telah menyadarkanku. bagaimana bisa aku menentang kekuasaannya Allah sedangkan melawan mahluk terkecil ciptaannya saja aku tak sanggup.
Rabby Awzinii An Asykura Nimatakal Lati An amta Alayya wa Alaa Waalidayya Wa An A mala Shaalihan Tardaahu Wa Adkhilni Birahmatika Fii Ibadikash Shaalihiin. Ya Tuhanku berilah aku ilham agar tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat Mu kedalam golongan hamba hambaMu yang shaleh. Amin
Doaku mengakhiri catatan kecilku…
Jumat Pagi, 22 Febuari 2013. 03 : 24
By. Alan Angganuari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar