ANTROPOLOGI ITU APA ?
Menurut Koentjaraningrat
a. Masalah sejarah terjadinya dan
perkembangan manusia
sebagai mahluk biologis
b. Masalah sejarah terjadinya aneka
warna mahluk manusia
c. Masalah ppersebaran dan terjadinya
aneka warna bahasa
yang diucapkan oleh manusia di seluruh
dunia.
d. Masalah perkembangan, persebaran dan
terjadinya aneka warna dari kebudayaan manusia di seluruh dunia
e. Masalah dasar-dasar dan aneka warna
kebudayaan manusia
dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan
suku-suku bangsa yang tersebar di
seluruh muka bumi hingga zaman skrg.
sekarang ini.
- Paleo-antropologi : memfokuskan kajiannya pada
asal-usul/terjadinya dan perkembangan
mahluk manusia dengan Fosil sebagai
obyek penelitian.
b. Somatologi
: fokus kajian sejarah terjadinya aneka
warna mahluk manusia secara fenotipik dan genotipik
c. Etnolinguistik, obyek
kajiannya pada daftar kata-kata,
pelukisan-pelukisan dari ciri-ciri dan
tentang tata bahasa dari
bahasa-bahsa lokal yang tersebar dari
berbagai tempat
dimuka bumi ini.
d. Prehistori, mengkhusukan
kajiannya pada sejarah
perkembangan dan persebaran kebudayaan
manusia dimuka
bumi dalam zaman sebelum manusia mengenal
huruf
e. Etnologi, fokus kajian pada
dasar-dasar kebudayaan
manusia dengan mempelajari kebudayaan
dalam kehidupan
masyarakat dari sebanyak mungkin suku
bangsa yang
tersebar di seluruh muka bumi pada masa
sekarang ini.
Fase Pertama, (sebelum tahun 1880). Fase dimana bangsa pribumi di Benua Afrika,
Amerika dan Asia sudah mendapat pengaruh dari budaya Eropa Barat melalui
penjajahan, kunjungan para musyafir, pelaut, penyebaran agama nasrani, dll.
a. Mereka merupakan gambaran masyarakat
Savage, primitif, liar dan masih
merupakan keturunan Iblis.
b. Contoh dari masyarakat yang masih murni
dan belum dirasuki sifat jahat
sebagaimana yang ada dalam masyarakat Eropa saat itu.
c. Benda-benda kebudayaan disatukan dalam
satu museum pertama tentang
kebudayaan bangsa-bangsa di luar
eropa, yaitu museum Etnografi yang
terdapat di Kopenhagen Denmark tahun
1841. Kelompok ketiga inilah yang
berpengaruh terhadap mulainya muncul
minat dalm kajian secara ilmiah
tentang bangsa-bangsa di luar Eropa.
Fase Keempat
(sesudah tahun 1930-an). Muncul dua perubahan di dunia, yaitu :
a. Timbulnya antipati terhadap
kolonialisme sesudah
Perang Dunia II,
b. Cepat hilangnya bangsa-bangsa primitif (
yaitu
bangsa asli yang jauh dari pengaruh
kebudayaan
Eropa-Amerika). Pada fase ini
perkembangan ilmu
Antropologi menjadi dua, yaitu
perkembangan
menjadi ilmu yang bersifat akademikal dan
praktis.
Antropologi mempunyai pengalaman yang lama
dalam hal meneliti kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa penduduk pribumi di
Amerika, Asia Afrika dan Oseania. Suku-suku bangsa itu diteliti dalam
keseluruhannya sebagai kebulatan.
- Ilmu Ekonomi dan Antropologi
Jika seorang
ahli ekonomi yang hendak membangun ekonomi di negara-negara serupa itu tentu
akan memerlukan bahan komparatif mengenai misalnya sikap terhadap kerja, sikap
terhadap kekayaan, sistem gotong royong. Dalam hal mengumpulkan keterangan
komparatif serupa itu antropologi memang sangat berguna.
3. Hubungan Antara Ilmu Hukum Adat Indonesia dan Antropologi. Antropologi penting karena hukum adat bukan
merupakan suatu sistem hukum yang telah diabstraksikan sebagai aturan-aturan
dalam kitab-kitab undang-undang, melainkan timbul dan hidup langsung dari masalah-masalah
perdata yang berasal dari dalam aktivitas masyarakat. Sebaliknya, antropologi
juga perlu bantuan ilmu hukum adat Indonesia.
4. Ilmu Administrasi dan
Antropologi.
Ilmu
administrasi di Indonesia tentu akan menghadapi masalah-masalah yang sama
seperti ilmu ekonomi di Indonesia. Suatu kompleks masalah yang sangat penting
dalam ilmu administrasi, antara lain bisa didapatkan dengan penelitian
berdasarkan metode-metode
antropologi.
5. Hubungan Antara
Ilmu Politik dan Antropologi.
Seorang ahli antropologi dalam hal
mempelajari suatu masyarakat untuk menulis sebuah deskripsi etnografi tentang
masyarakat tersebut sebaliknya tentu akan juga menghadapi sendiri kekuatan dan
proses politik lokal, serta aktivitas dari cabang-cabang partai politik
nasional di situ. Untuk menganalisa gejala-gejala itu ia perlu mengetahui
konsep-konsep dan teori teori ilmu politik juga.
Etik dan Emik
MK. Pengantar Antropologi
by. Alan Angga Nuari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar