Budaya adalah suatu
pola dari keseluruhan keyakinan dan harapan yang dipegang teguh secara bersama
oleh semua anggota organisasi dalam pelaksanaan pekerjaan yang ada dalam
organisasi tersebut. Dengan demikian, budaya dalam suatu organisasi adalah
menjadi pengikat semua karyawan secara bersama dalam organisasi tersebut dan
sekaligus sebagai pemberi arti dan maksud dalam keterlibatan karyawan tersebut
dalam pekerjaan sehari-hari dari organisasi.
Budaya adalah suatu
pola dari asumsi-asumsi dasar (keyakinan dan harapan) yang ditemukan ataupun
dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dari organisasi, dan kemudian menjadi
acuan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adaptasi keluar
dan integrasi internal, dan karena dalam kurun waktu tertentu telah berjalan/berfungsi
dengan baik, maka dipandang sah, karenanya dibakukan bahwa setiap anggota
organisasi harus menerimanya sebagai cara yang tepat dalam pendekatan
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi oleh Shein (1985-1990)
Budaya dalam arti yang
luas adalah suatu keadaan akibat perilaku manusia yang secara perorangan atau
kelompok, bermasyarakat dan bernegara yang dapat mempengaruhi kehidupan yang
damai dan tenteram, sejahtera dalam arti bahwa semua dapat hidup sehat diatas
garis kemiskinan, tidak membedakan suku, etnik, ras dan jenis kelamin, tidak
mencemari dan merusak lingkungan, tidak meracuni sumberdaya alam terbaharukan
dan tidak terbaharukan, yang secara demokratis menjunjung tinggi hak dan
kewajiban asasi manusia, memberi kebebasan untuk beragama, kebebasan
mengeluarkan pendapat dan kebebasan dapat menikmati pendidikan sesuai bakat dan
keinginannya oleh Bacharuddin Jusuf Habibie.
Kebudayaan adalah seluruh
hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan
alam penghidupan oleh R. Soekmono.
kebudayaan adalah
keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar oleh
Antropolog Koentjaraningrat.
Kebudayaan adalah
Keseluruhan cara hidup (yang merangkumi cara bertindak, berkelakuan dan
berfikir) serta segala hasil kegiatan dan penciptaan yang berupa kebendaan atau
kerohanian sesuatu masyarakat, tamadun, peradaban, kemajuan akal budi dan
lain-lain oleh Ibid.
Kebudayaan ataupun yang disebut
peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu
bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,
adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota
masyarakat (Taylor, 1897)
Mempelajari pengertian kebudayaan
bukan suatu kegiatan yang mudah, mengingat banyaknya batasan konsep dari
berbagai literaturnya, baik yang berwujud ataupun yang abstrak yang secara
jelas menunjukkan jalan hidup bagi kelompok orang (masyarakat). Demikian pula
proses sejarah bukan hal yang mengikat, tetapi merupakan kondisi ilmu
pengetahuan, agama, seni, adat istiadat, dan kehendak semua masyarakat.
Walaupun demikian, menurut Kluckhohn
(1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalil proposisi yang
diajukan oleh Herkovits dalam bukunya yang berjudul Man and His works tentang
teori kebudayaan yaitu:
- kebudayaan dapat dipelajari
- kebudayaan berasaal atau bersumber dari segi
biologis, lingkungan, psikologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.
- kebudayaan mempunyai struktur
- kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai
aspek
- kebudayaan bersifat dinamis
- kebudayaan mempunyai variabel
- kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat
dianalisis dengan metode ilmiah
- kebudayaan merupakan alat bagi seseorang
(individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti kesan kreatif
Pengertian
kebudayaan yang dikemukakan oleh E.B. Taylor maupun dalil-dalil yang di
kemukakan oleh Herkovits masih bersifat luas sehingga pengkajian kebudayaan
sangat bervariasi. Menurut Krober dan Klukhon (1950) kebudayaan,
definisinya adalah kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku
mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan
oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari
kelompok-kelompok manusia, termasuk di dalamnya perwujudan benda-benda materi;
pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi cita-cita atau paham, dan terutama
keterikatan terhadap nilai-nilai.
beberapa Definisi Budaya/Kebudayaan
MK. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
by. Alan Angga Nuari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar