Jumat, 06 Juni 2014

Terapi mengatasi kesusahan, kegundahan dan rasa sedih




Terapi mengatasi kesusahan, kegundahan dan rasa sedih

Dikeluarkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saat tertimpa kesusahan biasa berdoa,
            “Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang Maha Agung dan Maha Lembut. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara  benar melainkan Allah, Rabb dari langit yang tujuh, Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia.”29
Dalam At-Tirmidzi diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqas menceritakan, Rasulullah saw bersabda, “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) saat berada didalam perut ikan paus adalah sebagai berikut :
“Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau, Maha Suci Engkau: sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zhalim.”
Setiap muslim yang berdoa dengan doa tersebut, pasti akan dikabulkan.”30
{Peringkas buku ini menjelaskan, “Penulis memaparkan banyak hadits dalam persoalannya yang derajatnya lemah, sehingga penulis tidak mencantumkannya dalam buku ini.”}
Berikut ini beberapa jenis obat yang terdiri dari lima belas macam jenis obat. Kalau penyakit sedih dan duka itu tidak juga hilang dengan obat-obat itu, maka berarti penyakitnya sudah kronis dan sudah mengakar kuat sehingga perlu dilakukan penghilangan secara total:
Pertama, dengan tauhid Rububiyyah.
Kedua, dengan tauhid Uluhiyyah.
Ketiga, dengan tauhid Ilmiy dan I>tiqadiy (keyakinan tauhid secara ilmiah dan secara imani).
Keempat, dengan menyucikan Allah dari keyakinan bahwa Allah menzhalimi hamba-hamba-Nya.
Kelima, dengan pengakuan dari seorang hamba bahwa dirinya telah berbuat zhalim.
Keenam, dengan tawassul kepada Allah melalui hal yang paling disukai-Nya, yakni melalui Asma dan sifat-Nya.
Ketujuh, dengan memohon pertolongan kepada Allah semata.
Kedelapan, dengan pengakuan seorang hamba terhadap Allah melalui harapan kepada-Nya.
Kesembilan, merealisasikan tawakkal, penyerahan diri kepada Allah.
Kesepuluh, menenangkan jiwanya dalam taman Al-Qur’an.
Kesebelas, beristighfar.
Keduabelas, Bertaubat.
Ketigabelas, berjihad.
Keempatbelas, Melaksanakan Shalat.
Kelimabelas, Berlepas diri dari segala daya dan kekuatan, dan hanya menyerahkan keduanya kepada Allah, yang ditangan-Nya segala bentuk daya dan kekuatan.

29        Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (6345, 6346, 7421, 7431), dan Muslim (2730).
30        Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (3505) dan Ahmad (1 : 170) dan Al-Hakim (1 : 505).

Karya              : Ibnu Qayim Al-Jauziyah

Judul Buku      : Sehat Dengan Metode Pengobatan Nabi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar