Terapi
mengatasi kesusahan, kegundahan dan rasa sedih
Terapi mengatasi kesusahan, kegundahan dan rasa sedih
Dikeluarkan dalam
Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah saat
tertimpa kesusahan biasa berdoa,
“Tidak
ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah yang Maha Agung dan Maha
Lembut. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari
Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Allah, Rabb dari langit yang
tujuh, Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia.”29
Dalam At-Tirmidzi
diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqqas menceritakan, Rasulullah saw bersabda, “Doa
Dzun Nuun (Nabi Yunus) saat berada didalam perut ikan paus adalah sebagai
berikut :
“Tidak ada tuhan yang
berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau, Maha Suci Engkau: sesungguhnya
aku ini termasuk orang-orang yang zhalim.”
Setiap muslim yang
berdoa dengan doa tersebut, pasti akan dikabulkan.”30
{Peringkas buku ini
menjelaskan, “Penulis memaparkan banyak hadits dalam persoalannya yang
derajatnya lemah, sehingga penulis tidak mencantumkannya dalam buku ini.”}
Berikut ini beberapa
jenis obat yang terdiri dari lima belas macam jenis obat. Kalau penyakit sedih
dan duka itu tidak juga hilang dengan obat-obat itu, maka berarti penyakitnya
sudah kronis dan sudah mengakar kuat sehingga perlu dilakukan penghilangan
secara total:
Pertama,
dengan
tauhid Rububiyyah.
Kedua,
dengan
tauhid Uluhiyyah.
Ketiga,
dengan
tauhid Ilmiy dan I>tiqadiy (keyakinan tauhid secara ilmiah dan secara
imani).
Keempat,
dengan
menyucikan Allah dari keyakinan bahwa Allah menzhalimi hamba-hamba-Nya.
Kelima,
dengan pengakuan dari seorang hamba bahwa dirinya telah berbuat zhalim.
Keenam,
dengan
tawassul kepada Allah melalui hal yang paling disukai-Nya, yakni melalui Asma
dan sifat-Nya.
Ketujuh,
dengan
memohon pertolongan kepada Allah semata.
Kedelapan,
dengan
pengakuan seorang hamba terhadap Allah melalui harapan kepada-Nya.
Kesembilan,
merealisasikan
tawakkal, penyerahan diri kepada Allah.
Kesepuluh,
menenangkan
jiwanya dalam taman Al-Qur’an.
Kesebelas,
beristighfar.
Keduabelas,
Bertaubat.
Ketigabelas,
berjihad.
Keempatbelas,
Melaksanakan
Shalat.
Kelimabelas,
Berlepas
diri dari segala daya dan kekuatan, dan hanya menyerahkan keduanya kepada
Allah, yang ditangan-Nya segala bentuk daya dan kekuatan.
29 Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (6345, 6346,
7421, 7431), dan Muslim (2730).
30 Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (3505) dan
Ahmad (1 : 170) dan Al-Hakim (1 : 505).
Karya : Ibnu Qayim Al-Jauziyah
Judul
Buku : Sehat Dengan Metode Pengobatan
Nabi
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar