Terapi terhadap dasyatnya musibah
Allah berfirman :
Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa innailaihi raji’un”. Mereka itulah yang
mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah {2}:
155-157)
Dalam
Al-Musnad diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Setiap orang yang tertimpa
musibah lalu ia mengucapkan, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. sesungguhnya
kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali jua,
ya Allah, berikanlah kepadaku pahala atas musibah yang menimpaku ini dan
berikanlah kepadaku ganti yang lebih baik darinya,” pasti ia akan mendapatkan
pahala dari Allah dengan musibah tersebut dan mendapatkan ganti yang lebih baik
lagi darinya.”28
Kalimat
diatas adalah ucapan paling ampuh untuk mengobati sakit karena musibah, amat
mujarrab bagi orang yang tertimpa musibah di dunia dan di akhirat. Karena kalimat
itu mengandung dua pokok penting yang bila diketahui oleh seorang hamba dengan
sebaik-baiknya, pasti ia akan terhibur dari musibahnya.
Pokok
pertama adalah bahwa seorang hamba, keluarga dan hartanya adalah milik Allah
dalam arti sesungguhnya. Semua itu diberikan kepada seorang hamba hanya sebagai
pinjaman belaka.
Pokok
kedua : tempat kembali dan berpulangnya
seorang hambanya hanyalah kepada Allah, Sang Penguasa yang Al-Haqq. Ia pasti
akan meninggalkan dunia dibelakang punggungnya, untuk kembali kepada Allah seorang
diri, seperti dahulu ia diciptakan, tanpa sanak saudara, tanpa harta dan tanpa
keluarga. Namun yang dibawanya hanyalah kebajikan dan kejahatan. Kalaulah demikian
awal keberadaan seorang hamba dan akhir keberadaannya, bagaimana ia harus
bergembira sedemikian rupa atas adanya sesuatu, atau bersedih sedemikian rupa
karena kehilangan sesuatu! Sugesti seorang hamba kapanpun juga menjadi hal yang
paling prinsipil untuk mengobati penyakit ini.
Dianatara
kiat penyembuhannya adalah dengan menyadari yang seyakin-yakinnya bahwa segala
yang menimpanya tidak akan pernah meleset. Sementara yang tidak akan menimpanya
tidak akan pernah mengenainya.
Kiat
lainnya adalah dengan memadamkan api musibah melalui peneladanan terhadap sikap
orang-orang shalih yang menghadapi musibah.
Kiat
lain untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan menyadari bahwa sekedar rasa
duka tidak akan mampu menghilangkannya, bahkan semakin membuatkan menjadi-jadi
berlipat ganda.
Kiat
lain untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan menyadari bahwa luputnya
pahala sabar dan berserah diri adalah musibah terbesar dalam arti sesungguhnya.
Cara
penyembuhan lainnya adalah dengan menyadari bahwa rasa duka itu akan membuat
senang musuh dan mempersulit temannya sesama muslim di samping membuat murka
Allah.
Cara
penyembuhan lainnya adalah dengan menyadari bahwa kesabaran dan harapan akan
pahala akan menimbulkan kelezatan dan kesenangan, jauh lebih banyak dari yang
bisa diperoleh dengan tidak datangnya musibah menghilangkan apa yang dia
miliki. Cukup bagi dirinya untuk mendapatkan Baitul Hamdi yang dibangun di
Surga-Nya dengan rasa syukurnya kepada Allah dan istirja’ yang diucapkannya
saat tertimpa musibah. Coba lihat, musibah mana yang lebih besar: musibah dunia
yang sementara atau musibah hilangnya Baitul Hamdi dan kekalnya di neraka ?
Di
anatara kiat penyembuhan terhadap penyakit ini adalah dengan menentramkan hati
melalui harapan memperoleh pengganti dari Allah.
Cara
terapi lain, dengan menyadari bahwa jatah yang kita terima dari datangnya
musibah itu adalah sikap kita terhadapnya. Bila kita meridhainya, kita akan
mendapatkan pahala ridha. Kalau kita mengutuknya, kita akan mendapatkan dosa
mengutuknya.
Di
antara terapi musibah lainnya adalah dengan menyadari bahwa kalaupun seseorang berduka lara hingga sampai
pada puncak kedukaan, akhirnya ia terpaksa bersabar juga. Namun kesabaran
semacam itu sama sekali tidak terpuji dan tidak mendapatkan pahala.
Di
antara kita penyembuhan lainnya adalah dengan menyadari bahwa obat yang paling
manjur buat seseorang adalah melakukan segala yang sesuai dengan yang disukai
oleh Allah dan diridhai-Nya.
Kiat
terapi yang lain lagi adalah dengan membuat komparasi antara dua bentuk kelezatan
yang ada, mana yang terbesar diantara keduanya dan mana yang paling kekal:
kelezatan sesuatu yang hilang karena musibah yang dialaminya, atau kelezatan
pahala Allah baginya bila bersabar.
Cara
terapi lain terhadap musibah adalah dengan menyadari bahwa Allah mengirimkan
musibah itu kepadanya bukan untuk membinasakannya, bukan untuk menyiksanya dan
juga bukan untuk menyakitinya. Tetapi Allah memberikan cobaan itu untuk menguji
kesabaran, keridhaan dan keimanannya. Agar Allah mendengar doa dan penyerahan
dirinya kepada-Nya.
Di
antara terapi lain adalah dengan menyadari bahwa kalau bukan musibah dan cobaan
di dunia ini, tentu seorang hamba akan terkena penyakit ujub dan takabbur,
bahkan bisa menimbulkan Fir’aunisme dan kebekuan dalam hatinya. Kesemuanya itu
menjadi sebab kebinasaannya cepat atau lambat.
Kiat lain untuk mengobati penyakit musibah adalah
dengan menyadari bahwa kepahitan dunia itu sendiri adalah kemanisan untuk akhirat. Demikianlah Allah
mebolak-balikkan keduanya.
28 Diriwayatkan oleh Ahmad VI : 321 dan
Muslim (918), dari hadits Ummu Salamah.
Karya : Ibnu Qayim Al-Jauziyah
Judul
Buku : Sehat Dengan Metode Pengobatan
Nabi Saw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar