KEPEMIMPINAN
PEMERINTAHAN
Pengertian kepemimpinan
- Berasal dari kata dasar ”Pimpin” berarti bimbing atau tuntun. (Dalam Bahasa Inggris = Lead)
- Setelah mendapat awalan “pe”
menjadi pemimpin. (Dalam Bahasa Inggris = Leader) / Berarti orang yang
mempengaruhi pihak lain dalam proses kewibawaan komunikasi sehingga orang
lain bertindak untuk mencapai tujuan tertentu
- Mendapat akhiran ”an” menjadi
pimpinan berarti orang yang mengepalai. Antara Pemimpin dgn Pimpinan dapat
dibedakan, yaitu Pemimpin (Kepala) cenderung sentralistis, sedangkan
pimpinan cenderung demokratis
- Kepemimpinan (Dalam Bahasa Inggris
= Leadership) berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam
mempengaruhi agar tujuan tercapai.
Kepemimpinan
Ordway
Tead
” Sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan
seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya ”
P.
Tigor
”Suatu proses saling mendorong melalui
keberhasilan interaksi dari perbedaan-perbedaan individu, mengontrol daya
manusia dalam mengejar tujuan bersama ”
Ryas
Rasyid
”Sebuah konsep yang merangkum berbagai
segi dari interkasi pengaruh antara pimpinan dan pengikut dalam mengejar tujuan
bersama”.
Kepemimpinan Ada, Jika Memenuhi Sejumlah
Persyaratan, Yakni :
- Mempunyai
Kemampuan, yaitu kekuatan, otoritas dan
legalitas yang memberikan kepada pimpinan guna mempengaruhi orang lain
untuk berbuat sesuatu
- Memiliki
Kewibawaan, yaitu kelebihan, keunggulan,
keutamaan sehingga mampu mempengaruhi atau mengatur orang lain.
- Mempunyai
Segala Daya Kesanggupan berupa : kekuatan, kecakapan /
keterampilan / pengetahuan yang dianggap melebihi orang lain.
Variabel
Kepemimpinan
- Pemimpin sebagai orang yang
menjalankan fungsi kepemimpinan,
- Pengikut sebagai sekelompok orang
yang berkedudukan mengikuti pemimpin.
- Situasi sebagai kondisi atau
keadaan yang melingkupi kepemimpinan tersebut.
3
Paradigma Pemerintah
A
Rulling Process (ketergantungan pemerintah kepada seorang pemimpin) Dalam
proses ini, kepribadian seorang pemimpin mendominasi hampir seluruh interaksi
kekuasaan. Kualitas pemerintahan tergantung mutlak pada kualitas si pemimpin.
A
Governing Process (Konsensus-Kesepakatan masyarakat dan pemerintah) Dalam
proses ini, walaupun sistem hukum yang ada belum lengkap, kekurangan itu
ditutupi oleh tradisi membuat konsensus tadi. Kedaulatan rakyat sebagai sebuah
konsep dasar tentang kekuasaan telah menemukan bentuknya di sini.
An
Administrering Process (Di dalam sistem ini, setiap konsensus yang dicapai akan
tertuang ke dalam aturan-aturan hukum yang mengikat, dan setiap tindakan serta
peristiwa pemerintahan dan kemasyarakatan terekam ke dalam suatu sistem
administrasi yang dapat sewaktu waktu diacu dalam proses pengambilan keputusan
KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN
- Seorang pemimpin harus mampu
mengidentifikasi masalah yang dihadapi, dan tujuan-tujuan yang ingin
dicapai.
- Seorang pemimpin harus membuat
preskripsi yang benar tentang bagaimana mencapai tujuan dan bagaimana
menyelesaikan masalah.
- Seorang pemimpin harus bisa
memobilisasi dukungan bagi pelaksana preskripsi-preskripsi yang akan
ditawarkannya.
Kegiatan
pengarahan dan bimbingan di lingkungan organisasi, diimplementasikan melalui
langkah‑langkah sebagai berikut :
1.
Pertama: melakukan analisis pekerjaan untuk merumuskan deskripsi dan
spesifikasi pekerjaan sebagai keputusan tentang apa yang harus dikerjakan dan
apa karakteristik pekerja yang dapat melakukannya secara sukses, bagaimana
mengerjakannya dan mengapa harus dikerjakan seperti itu. Diikuti pula dengan
menetapkan standar pekerjaan yang berisi kriteria penilaian pelaksanaan
pekerjaan untuk menetapkan sukses atau gagalnya setiap pegawai yang bekerja.
Ketentuan itu diupayakan untuk dikomunikasikan pada masing‑masing pegawai agar
mampu bekerja secara maksimal.
Kegiatan
pengarahan dan bimbingan di lingkungan organisasi, diimplementasikan melalui
langkah‑langkah sebagai berikut :
2.
Kedua: Menyusun perencanaan termasuk ketentuan promosi yang
didasarkan pada prestasi kerja dan menetapkan kualifikasi pegawai untuk
keperluan rekrutmen dan seleksi dilanjutkan dengan penempatan (staffing) yang
tepat.
3.
Ketiga: Memberikan dan menjelaskan perintah dalam bekerja
disertai pemberian petunjuk yang mampu mendorong kreativitas dan inovasi selama
pelaksanaan pekerjaan.
4.
Keempat: Melakukan penilaian pelaksanaan (job performance
appraisal) atau penilaian kinerja pada setiap personil untuk mengetahui
kelemahan dan keberhasilan pekerjaan selama setahun serta memberikan kesempatan
bagi bawahan untuk memperbaiki kelemahannya.
Kegiatan
pengarahan dan bimbingan di lingkungan organisasi, diimplementasikan melalui
langkah‑langkah sebagai berikut :
5.
Kelima: Memberikan kesempatan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan atau keahlian, sikap dan nilai‑nilai terhadap
pekerjaan bagi setiap personil yang potensial, melalui pelatihan di dalam
organisasi (in thejob training) dan pelatihan di luar organisasi (off the
job training), dan memberikan kesempatan yang luas untuk belajar dan
menambah wawasan.
6.
Keenam: Memberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan,
saran, pendapat, kreativitas dan lain‑lain mengenai pekerjaan dan segala
sesuatu yang berhubungan dengan peningkatan efisiensi, efektivitas,
produktivitas dan kualitas kerja melalui berbagai media.
7.
Ketujuh: Mengembangkan cara bekerja secara tuntas atau complete
staff works dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai kegiatan di lingkup
organisasi.
TEORI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN
- TEORI OTOKRASI (Perintah satu Arah,
Mis: Militer)
- TEORI SIFAT (seseorang memiliki
bawaan bakat turunan)
- TEORI MANUSIAWI (berkaitan dengan
motivasi)
- TEORI PERILAKU PRIBADI (pemimpin
melalui pendekatan non formal)
- TEORI LINGKUNGAN (Ruang dan waktu,
pemimpin dapat dibentuk)
- TEORI SITUASI ( Dukungan dan
pengarahan)
- TEORI PERTUKARAN (Strategi Take
and give, funishment and rewards)
- TEORI KONTINGENSI (Hub atasan dgn
bawahan, struktur tugas, posisi/wibawa pemimpin)
Teknik
Kepemimpinan Pemerintahan
- Teknik Persuasif (strategi
kepemimpinan dengan membujuk bawahannya untuk bekerja lebih rajin)
- Teknik Komunikatif (Apa yang
diinginkan oleh pemerintah sebagai pemberi pesan sama dengan apa yang
diterima bawahan dan masyarakat.
- Teknik Fasilitas (pemberian uang,
pemberian barang (mobil, dsb), pemberian tempat (jabatan),pemberian waktu
(keamanan dan kenyamanan, dsb)
- Teknik Motivasi
- Teknik Keteladanan
Gaya
Kepemimpian Pemerintahan
Gaya
Demokratis
Gaya
Birokratis
Gaya
Kebebasan
Gaya
Otokratis
Kepemimpinan
dalam Sistem Demokrasi
1.
Kepekaan terhadap situasi lingkungan (Seorang pemimpin harus terus menghimpun
informasi agar pengetahuannya atas sesuatu permasalahan dapat terpelihara obyektifitas
dan aktualitasnya. Faktor in berkenaan dengan kemampuan untuk membaca
hakekat dari suatu realitas, memahami
apa yang ada dibawah permukaan, melihat apa yang akan terjadi serta merespon
dengan segera.
2.
Penjagaan atas moral masyarakat (Kemampuan untuk menahan diri agar tidak
terjebak melakukan sesuatu yang dapat menciptakan atau meningkatkan keresahan
masyarakat.
3.
Keterbukaan pikiran (kemampuan untuk memahami bahwa dalam intrekasi politik
khususnya pertarungan kepentingan, tidak ada ”kebenaran” yang bersifat tunggal
4.
Mendengar, Mempelajari dan menerjemahkan suara orang banyak.
Perspektif
Demokrasi Dalam Membangun Pemerintahan Yang Efektif
- Merekrut orang-orang terbaik
kedalam struktur kepemimpinannya.
- Meluncurkan berbagai kebijakan
pemberdayaan, sehingga masyarakat mampu menilai : apakah kepemimpinan
pemerintahan yang berlaku bisa dipercaya karena ia jujur, efisien, efektif
dan berhasil memperbaiki kualitas kehidupan mereka dari waktu ke waktu.
- Mengembangkan suatu prosedur dan
mekanisme konstitusional untuk menurunkan seorang pemimpin pemerintahan
yang dianggap gagal.
Dengan pemerintahan yang
efektif, keberadaan seorang pemimpin akan diterima sebagai ”rahmat” bukan
sebagai ”beban ”
FUNGSI
PEMERINTAH
1. Pelayanan
(Public Service) - Keadilan
2. Pembangunan (Development) - Kemakmuran
3. Pemberdayaan (Empowering) - Kemandirian
4. Pengaturan (Regulation)
Sumber
Kekuasaan
- Legitimate Power (pengangkatan,
jadi legitimate power adalah perolehan kekuasaan melalui pengangkatan
- Coersive Power (Coersive berarti kekerasan, jadi coersive power adalah perolehan
kekuasaan melalui cara kekerasan, bahkan mungkin bersifat perebutan atau
perampasan bersenjata, yang sudah barang tentu di luar jalur
konstitusional. Hal ini lazim disebut dengan istilah kudeta (coup
d'etat).
- Expert Power (Expert berarti keahlian, jadi expert power adalah perolehan kekuasaan
melalui keahlian seseorang, Perolehan kekuasaan seperti ini berlaku di
negara demokrasi )
- Reward Power (perolehan kekuasaan melalui suatu pemberian atau
karena berbagai pemberian)
- Reverent Power (perolehan kekuasaan melalui daya tarik seseorang)
- Information Power (kekuasaan
Informasi dgn propaganda)
- Connection Power (hubungan, Dalam istilah sehari‑hari kita mengenal
istilah "relasi )
Sistem
Pemerintahan Menurut Pertanggungjawaban Kabinetnya
- Sistem
Pemerintahan Kabinet Presidensial.
Kabinet yang menteri‑menterinya
bertanggung jawab kepada presiden. Agar para menteri tidak berlindung di bawah
kekuasaan presiden apabila melakukan kesalahan, maka antara badan legislatif
(parlemen) dan badan eksekutif (presiden dan menterinya) harus saling mengawasi
secara ketat (checking power with power).
b. Sistem Pemerintahan Kabinet Parlementer.
Kabinet yang
para menterinya bertanggungjawab kepada parlemen. Hal ini karena parlemen yang
memilih menteri‑menteri yang tepat begitu juga dengan perdana menterinya
sendiri. Anggota parlemen dapat menjatuhkan setiap kesalahan dari masing‑masing
menteri
c.
Sistem Pemerintahan Kabinet Campuran.
Kabinet yang presidennya tidak hendak
kehilangan kekuasaan ketika anggota parlemen memberikan mosi tidak percaya
kepada pemerintah. Oleh karena itu yang jatuh hanya perdana menteri dan
menteri-menterinya, tetapi presiden tidak dapat dijatuhkan oleh parlemen.
selain memiliki presiden/ raja sebagai kepala negara, juga memiliki kepala
pemerintahan yaitu perdana menteri.
Contoh : Perancis - tirani - demokratis
liberal mengubah konstitusi negaranya,sehingga presiden tidak dapat dijatuhkan
oleh parlemen bahkan presiden dapat membubarkan parlemen.
d.
Sistem Pernerintahan Kabinet Proletariat.
Kabinet Proletariat yaitu kabinet yang baik kepala negara, maupun kepala
pemerintahan dijabat secara ex officio oleh pimpinan partai , mulai dari
tingkat pusat sampai pada tingkat pemerintahan daerah, karena partai komunis
yang ada di daerah sekaligus menjadi kepala daerah dan kepala wilayah
MK.
Kepemimpinan Pemerintahan
FISIP
UNMUL

Tidak ada komentar:
Posting Komentar