Kamis, 19 Maret 2015

Istri



Istri adalah pakaian suami, dan sebaliknya, suami juga adalah pakaian dari istri. Karenanya, masing-masing dari suami-istri harus mampu menjadi pakaian yang bisa menghangatkan dan menutupi aurat (kekurangan) pasangannya. Seorang istri adalah orang yang paling berperan besar dalam menentukan sukses dan mengarahkan kehidupan seorang suami. Istri yang shaleha akan mampu menjadi pelipur lara saat suami dilanda duka lara. Ia akan menjadi penenang saat suami dirundung kecemasan dan kegelisahan. Ia akan menjadi penopang di saat suami dilanda kelemahan dan keputusasaan. Ia akan menjadi selimut yang memberikan kehangatan saat suami diliputi kepenatan. Ia akan menjadi penasehat sejati saat suami melakukan kesalahan dan kekhilafan, dan seterusnya. Istri akan selalu menjadi insfirasi bagi seorang suami.
Itulah mengapa Rasulullah menyatakan, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita (istri) yang shaleha.” (H.R. Muslim)
Dalam kesempatan yang lain, beliau juga menyatakan: “Dunia ini tidak lain hanyalah perhisan semata. Dan tiada satupun dari perhiasan dunia ini yang lebih utama dibandingkan dengan wanita (Istri) yang shalehah.” (H.R. Ibnu Majah) Bahkan, sebagai wujud penghormatan kepada istri yang shaleh, beliau menegaskan: “Barangsiapa yang diberikan rezeki oleh Allah berupa istri yang shalehah, niscaya Allah telah membantunya (dengan memberinya istri shalehah itu) atas separuh agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam mengupayakan separuhnya lagi.” (H.R. Al-Hakim)
Dalam Al-Qur’an, dengan tegas Allah berfirman, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum: 21)
(Mutiara Hikmah Saiful hadi El-Jutha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar