Kamis, 27 November 2014

Sukses Kekayaan dan Cinta



Sukses, Kekayaan dan Cinta
Diambil dari sebuah kisah. Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang kerumah, dan ia melihat ada tiga orang pria berjanggut yang duduk dihalaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata, “Aku tidak mengenal anda, tapi aku yakin anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk kedalam, aku punya sesuatu untuk mengganjal perut.” Salah satu pria berjenggot itu balik bertanya, ”Apakah suamimu sudah pulang?” wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali,” kata pria itu.
            Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi.
Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. ”wanita itu keluar dan mengundang mereka untuk masuk kedalam.
“Maaf, kami semua tidak bisa masuk bersama-sama. “kata pria itu hampir bersamaan. “Lho kenapa ?” tanya wanita itu karena merasa heran.
            Salah satu pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan, “katanya sambil menunjuk pria berjenggot sebelahnya. “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan,” sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”
            Wanita itu kembali masuk kedalam dan memberitahu pesan pria diluar. Suaminya pun merasa heran. “Ho ho... menyenangkan sekali. Baiklah. Kalau begitu, coba kamu ajak si kekayaan masuk kedalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.” Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengndang si Kesuksesan saja ? sebab kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”
Ternyata anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk kedalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk kedalam?  Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”
            Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ke dalam. Dan malam ini, si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
            Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada tiga pria itu. “Siapa diantara anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. “Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.
            Oho... ternyata, kedua pria berjenggot lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan Si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk kedalam, tapi kenapa kamnu ikut juga?” kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena mengundang si Cinta, maka kemanapun Cinta pergi, kami akan selalu ikut bersamanya. Di sana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.’’
            Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa meihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan dan lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan dan menjalani hidup ini.
            Betapa banyak orang kaya, tapi kekayaan tidak mampu mendatangkan cinta. Cinta mereka digadaikan dengan cinta orang lain. Banyak pemuda-pemudi yang berasal dari keluarga kaya, tapi mereka tidak pernah mendapatkan cinta. Jiwa mereka kosong dari hangatnya kasih sayang orang tua. Tidak sedikit dari mereka hidup dalam pelampiasan kebutuhan  cinta mereka pada drugs, cinta terlarang, dan kehidupan liar yang mengerikan.
            Banyak orang yang bekerja keras dan meraih kesuksesan, akan tetapi jiwa mereka hampa. Kesunyian, kegelisahan, kecemasan, dan kegamangan dalam hidup, membawa mereka pada ketiadaan makna hidup. Kesuksesan tidak bisa memberikan kelezatan pada menu kehidupan, bahkan terkadang memberi racun. Makanya jangan kaget kalau kasus bunuh diri kerap kali menimpa para eksekutif muda.
            Jika ini terjadi, lenyaplah semua prestasi kesuksesan yang telah kita toreh dalam buku rapor kehidupan. Kita butuh cinta untuk menyeimbangkan rasa pada aspek kehidupan yang kita geluti. Cinta juga bisa memberi kita jalan untuk memaknai hidup agar self quetion mampu kita jawab.

Serambi Cinta Edisi Rabiul Akhir 1433 H  | Maret 2012 | (Mulia berbagi kemuliaan hidup)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar