Sabtu, 11 Januari 2014

Bingkisan Nur Inas ^_^

Samarinda, 13 Juli 2013
Dari : Nur Inas Purnama Sari



Assalamualaikum J
Selamat Hari Lahir yaa, Saudaraku J
¹ Umur Panjang ,
¹ Sehat Selalu ,
¹ Dewasa dalam berpikir, Berucap dan Bertindak.
Dan semoga Keberkahan selalu menyertaimu saudaraku J
***
J terimakasih banyak Nur Inas Purnama Sari, Tulisannya bagus tapi sayang masih bagus Tulisanku,haha

Hehe J Amiiinnnnnn,,, insya Allah akan aku simpan dan akan jaga baik – baik inas, warnanya juga bagus, sangat bermanpaat sekali soalnya kalau subuhan pasti aku pake buat hangatin, pokoknya kamu teman yang baik sekali J
Semoga kamu disana selalu dalam Lindungan, Bimbingan, dan Kasih sayang Allah Swt. Amiiinnn.
Salam Hangat dari sahabatmu, Alan Angga Nuari


Trp3_AyuNorwanda

banyak hal yang ingin aku ceritakan, tentang rasaku, tentang keinginan dan harapanku padamu. De, aku sayang sama kamu, sungguh sangat sayang sama kamu. Masih ada kah kesempatan itu ?
masih ada kah harapan itu disaat engkau acuhkan aku ? entahlah, yang aku tau ada rasa ingin bersamamu saat ini,.


Rabu, 01 Januari 2014

Semoga Setiap Istri Menjadi Seperti ini

Semoga Setiap Istri Menjadi Seperti ini
            Seorang penyair atas nama para suami yang sedang bersedih memberikan nasihat kepada para istri :

            Maafkan aku
            Dengan begitu kau akan melanggengkan rasa kasihku
Janganlah engkau angkat bicara ketika aku sedang di puncak amarah
Janganlah banyak mengadu sehingga rasa cintaku menjadi gersang
Karena  hati itu selalu terbolak-balik
Rasa cinta dan luka itu letaknya dalam hati
Jika keduanya berkumpul, cinta tidak akan tinggal dan segera pergi

Semoga Setiap Istri Menjadi Seperti ini …
Saat suami pulang kerumah dia mendapatkan senyuman istrinya menenangkan, membahagiakan jiwa, dan menyembuhkannya, Istri adalah pelayan yang dimintai tolong dalam menapaki kehidupan, Istri adalah cahaya dalam pelayanannya.
Suami adalah raja, rumah adalah kerajaannya, rasa cinta adalah parfum yang memenuhi setiap sudut ruangnya.

Senyuman … sebagai kebahagiaan
Pelayan … sebagai cahaya
Rasa Cinta … sebagai parfum

Inilah tipe istri yang didambakan oleh setiap suami
Setiap suami menantikan kehadirannya dalam rumah tangganya.
Rasulullah saw bersabda :
Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan (HR. Muslim)
Rasulullah saw juga bersabda :
Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk selalu bersikap baik terhadap segala sesuatu. (HR. Muslim)
Wahai para istri … Jadikanlah dirimu cantik dihadapan suamimu, dengan begitu, suamimu akan mencintaimu dan Rabb-mu akan mencintaimu pula.
Wahai para istri … Perbaguslah dalam setiap yang kamu berikan kepada suamimu, baik yang kecil maupun yang besar.
Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk selalu bersikap baik terhadap segala sesuatu. Baik yang kecil maupun yang besar.

(Asyraf syahin_ Menjadi Istri Penuh Pesona)

Tersenyumlah

Tersenyumlah
            Senyuman istri adalah penawar yang membahagiakan suami. Ia juga bisa menghilangkan kepayahan dan kepenatannya. Ia laksana cahaya yang menyinari setiap sudut rumah. Ia adalah jalan menuju kebahagiaan yang tiada terputus.
            Wahai para istri yang mulia…
¨      Senyumanmu kepada suami dan anak-anakmu merupakan cahaya bagimu dan bagi mereka. Oleh karena itu, tersenyumlah…!
¨      Senyumanmu di hadapan suami dan anak-anakmu merupakan sedekah bagimu. Maka dari itu, tersenyumlah…!
¨      Senyumanmu akan mampu menciptakan kegembiraan dan kebahagiaan. Sebab itu, tersenyumlah…!
Wahai istri yang mulia,

Tiada seorang pun yang lebih berhak melihat senyumanmu selain suami dan anak-anakmu.
Oleh sebab itu, tersenyumlah…
Jadikan senyumanmu pemandangan pertama bagi suamimu saat dia bangun.
Jadikan ia pemandangan pertama baginya saat dia pulang ke rumah.
Jadikan ia pemandangan terakhir baginya sebelum dia tidur. Dengan begitu, rumah tanggamu akan di penuhi dengan cinta dan keharmonisan.


(Asyraf Syahin_ Menjadi Istri Penuh Pesona)

Selasa, 05 November 2013

Celaka Juraij dari Doa Jelek Ibu

Ada yang bisa diambil pelajaran akan ampuhnya do’a jelek seorang ibu pada anaknya, yaitu pada kisah Juraij. Jika tahu demikian, sudah barang tentu seorang anak kudu memuliakan orang tuanya. Jangan sampai ia membuat orang tuanya marah, sehingga keluar kata atau do’a jelek yang bisa mencelakakan dirinya.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan (bayi di masa) Juraij" Lalu ada yang bertanya,”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?" Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggil anaknya (Juraij) ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij." Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?" Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?" Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?" Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, "Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur." Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?" "Dari Juraij", jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, "Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?" "Benar", jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari." Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur. Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, "Siapa ini menurutmu?" Juraij balik bertanya, "Siapa yang engkau maksud?" Raja berkata, "Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu." Juraij bertanya, "Apakah engkau telah berkata begitu?" "Benar", jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?" Orang-orang lalu menjawab, "(Itu) di pangkuan (ibu)nya." Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?" Bayi itu menjawab, "Ayahku si penggembala sapi."

Kontan sang raja berkata, "Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas?" Juraij menjawab, "Tidak perlu". "Ataukah dari perak?" lanjut sang raja. "Jangan", jawab Juraij. "Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?", tanya sang raja. Juraij menjawab, "Bangunlah seperti sedia kala." Raja lalu bertanya, "Mengapa engkau tersenyum?" Juraij menjawab, "(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.”

(Disebutkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod) [Dikeluarkan pula oleh Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]

Pelajaran dari Kisah Juraij

1- Hadits ini menunjukkan keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah. Seandainya Juraij seorang alim (yang berilmu), maka tentu ia akan lebih memilih untuk menjawab panggilan ibunya dibanding melanjutkan shalat. Baca artikel: Keutamaan Belajar Islam.

2- Seorang anak harus berhati-hati dengan kemarahan orang tuanya. Karena jika ia sampai membuat orang tua marah dan orang tua mendoakan jelek, maka itu adalah do’a yang mudah diijabahi. Lihat kisah Juraij di atas, ia tahu akan hal itu, sehingga membuatnya tersenyum.

3- Bukti do’a jelek dari ibu terkabul karena Juraij akhirnya dipertontonkan di hadapan wanita pelacur sebagaimana do’a ibunya.

4- Berbakti pada orang tua adalah akhlak mulia, lebih-lebih lagi berbakti pada ibu.

5- Juraij menunjukkan sikap yang benar ketika menghadapi masalah yaitu harus yakin akan pertolongan Allah.

6- Zuhudnya Juraij karena hanya meminta tempat ibadahnya dibangun seperti sedia kala. Ia tidak minta diganti dengan emas atau perak. Baca artikel: Memiliki Sifat Zuhud.

7- Ketika musibah menimpa, barulah orang ingat akan dosa, ada juga yang mengingat akan do’a jelek yang menimpa dirinya seperti dalam kisah Juraij ini.

8- Bakti pada orang tua adalah wajib, termasuk di antaranya adalah memenuhi panggilannya. Sedangkan shalat sunnah hukumnya sunnah, artinya berada di bawah bakti pada ortu.

9- Do’a ibu Juraij tidak berlebihan yaitu tidak sampai mendoakan Juraij terjerumus dalam perbuatan keji (zina). Ia hanya do’akan agar Juraij dipertontonkan di hadapan para pelacur, tidak lebih dari itu.

10- Tawakkal dan keyakinan yang tinggi pada Allah akan membuat seseorang keluar dari musibah.

11- Jika ada dua perkara yang sama-sama penting bertabrakan, maka dahulukan perkara yang paling penting. Seperti ketika bertabrakan antara memenuhi panggilan ibu ataukah shalat sunnah, maka jawabnya, memenuhi panggilan ibu.

12- Allah selalu memberikan jalan keluar (jalan kemudahan) bagi para wali-Nya dalam kesulitan mereka. Baca pula artikel: 1 Kesulitan Mustahil Mengalahkan 2 Kemudahan.

13- Hadits ini menunjukkan adanya karomah wali, berbeda halnya dengan Mu’tazilah yang menolak adanya karomah tersebut.

Hanya Allah yang memberi taufik pada ilmu dan amal.(nabawia)



Referensi:

Syarh Shahih Al Adabil Mufrod lil Imam Al Bukhari, Husain bin ’Uwaidah Al ’Uwaisyah, terbitan Maktabah Al Islamiyah, cetakan kedua, tahun 1425 H.


Rosysyul Barod Syarh Al Adabil Mufrod, Dr. Muhammad Luqman As Salafi, terbitan Darud Daa’i, cetakan pertama, tahun 1426 H.

Belajar sambil Berbagi Pengetahuan : Adh - Dhuha Waktu Matahari Sepenggalan Naik

Belajar sambil Berbagi Pengetahuan : Adh - Dhuha Waktu Matahari Sepenggalan Naik: Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalan Naik) Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Tuhanmu ...

Adh - Dhuha Waktu Matahari Sepenggalan Naik

Adh-Dhuha (Waktu Matahari Sepenggalan Naik)

Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.  sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

Bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu ? dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu dia memberikan petunjuk. dan dia mendapatimu sebagai seseorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan. maka  terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. dan terhadap  orang yang minta-minta, janganlah kamu meng-hardiknya.

dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu bersyukur.

Allahhuakbar Maha Suci Engkau ya Allah dengan segala Kemuliaanmu, jadikanlah kami ya Allah hambamu yang engkau berikan petunjuk, hambamu yang pandai bersyukur, Ammiiiinnnnnn ^__^