Minggu, 09 Juni 2013

Bicara, Pelihara Lisan


Bicara, Pelihara Lisan

Sebelum berbicara, pikirkan dulu dengan Cermat.
Kalau sudah yakin ada manpaatnya,silahkan berbicara.
Kalau ragu atas baik dan buruknya, Lebih baik diam saja.
Sebab,berbicara bukan sekedar menggerakkan Lidah, melainkan cermin kepribadian seseorang.
Dari berbicara dapat ditebak sedalam mana ilmunya, seluas mana wawasannya, dan sejauh mana kejujurannya.

Kita memang berbeda dengan Rasulullah Saw. Beliau tidak ragu mengatakan, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, katakanlah yang baik baik atau diam saja. Sebab beliau sendiri sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, tidak pernah berbicara atas dorongan hawa nafsunya, melainkan atas bimbingan wahyu Allah semata*¤

by.Alan Angganuari

Buku


Sebaik-baik Teman Duduk Adalah Buku

Diantara sebab kebahagiaan adalah meluangkan waktu untuk mengkaji, menyempatkan diri untuk membaca dan mengembangkan kekuatan otak dengan hikmah-hikmah.

Al-Jahizh menasehatkan untuk senantiasa membaca dan mengkaji agar Anda bisa mengusir kesedihan. Katanya, “Buku adalah teman duduk yang tidak akan memujimu dengan berlebihan, sahabat yang tidak akan menipumu, dan teman yang tidak akan membuatmu bosan. Dia adalah teman yang sangat toleran yang tidak akan mengusirmu. Dia adalah tetangga yang tidak akan menyakitimu. Dia adalah teman yang tidak akan memaksamu mengeluarkan apa yang anda miliki. Dia tidak akan memperlakukanmu dengan tipu daya, tidak akan menipumu dengan kemunafikan, dan tidak akan membuat kebohongan.

Buku adalah sesuatu yang jika anda  pandang maka akan memberikan kenikmatan yang panjang, dia akan menajamkan kemampuan intelektual, membuat lidah tidak kelu, dan membuat ujung jemari semakin indah, dia akan memperkaya ungkapan-ungkapan anda, akan menenangkan jiwa, dan akan mengisi dada. Buku akan memberikan “Penghormatan orang-orang awam dan persahabatan dengan raja-raja’, kepada anda. Dengannya anda akan mengetahui sesuatu hanya dalam sebulan. Satu hal yang tidak bisa anda dapatkan dari mulut orang selama satu masa. Dengannya, anda juga bisa menghindarkan hutang dan kesusahan mencari rezeki. Dengan buku, anda tidak harus bersusah-susah untuk menghadap seorang pengajar yang mencari makan dari honor mengajar, tidak harus belajar dari orang yang secara akhlak lebih rendah dari anda, dan tidak harus duduk bersama orang-orang yang hatinya penuh kedengkian dan orang-orang yang kaya.

Buku adalah sesuatu yang senantiasa taat baik di siang hari maupun di malam hari. Dia akan ikut saja baik di dalam perjalanan maupun ketika berada dirumah. Dia tidak akan pernah mengantuk, dan tidak akan terkena kelelahan malam. Dia adalah guru yang jika anda membutuhkannya, maka ia tidak akan merasa malu. Dan jika anda meninggalkannya untuk ganti materi, maka dia tidak akan memutuskan faedahnya. Walaupun anda meninggalkannya, dia akan selalu taat. Walaupun ada angin yang menyerang anda, maka dia tidak akan berpaling. Kesendirian anda tidak akan membahayakan selama anda selalu bersamanya, dan tidak akan memaksa anda untuk duduk bersama orang-orang yang jelek perangainya. Meskipun tidak ada keutamaan yang bisa anda ambil, namun ia sudah menghalangi niat anda untuk duduk di depan pintu rumah, dan melihat orang-orang yang lalu-lalang di depan rumah. Sebab hal tersebut,; melanggar hak-hak orang lain, menzalimi diri kita dengan cara melihat orang lain secara berlebihan, ada keterlibatan diri kita dalam sesuatu yang tidak berguna, ada pembauran dengan orang-orang yang tidak berguna, ada kesempatan untuk mendengarkan langsung ucapan-ucapan mereka yang kotor, yang tidak bernilai, yang rendah budinya dan yang tidak cerdas.

Semua ini akan menghindarkan anda dari segala kemungkinan buruk, dan menghadapkan pada manfaat yang besar. Anda berhasil mendapatkan pokok sekaligus cabangnya. Seandainya yang anda dapatkan darinya tak lebih dari kegiatan yang menghalangi niat anda dari keinginan yang murahan, dari keinginan untuk bersenang-senang saja, dan dari main-main yang tidak berarti, maka itu sudah merupakan nikmatyang besar dan karunia yang agung.

Buku adalah pilihan terbaik bagi orang-orang yang kosong untuk menghabiskan waktu siangnya, dan bagi orang-orang yang suka bersenang-senang untuk menghabiskan malam-malam mereka. Buku adalah sesuatu yang tanpa mereka sadari; memberikan dorongan untuk mencoba, menggunakan nalarnya, membentuk kepribadiaannya, menjaga kehormatan mereka, meluruskan agama  mereka, dan mengembangkan harta mereka.

by.Alan Angganuari

Jangan Bersedih


Jangan Bersedih
Jangan bersedih karena hidup miskin, karena masih banyak orang yang disekitar anda yang hidup dililit hutang.! Jangan bersedih karena tak punya mobil, sebab masih banyak orang disekitar anda yang kakinya buntung. Jangan bersedih karena suatu penyakit, karena masih banyak orang selain anda yang mungkin telah bertahun-tahun tergolek lemas diatas ranjang. Jangan bersedih karena kehilangan seorang anak, sebab anda bukan satu-satunya orang yang kehilangan anaknya.

            Jangan besedih, bila anda memang seorang muslim yang beriman kepada Allah, para rasul-Nya, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari kiamat dan qadha serta qadar yang baik dan yang buruk.! Karena, masih banyak orang kafir yang mengingkari Allah, mendustakan rasul-rasul-Nya, memutarbalikkan makna Al-Qur’an, dan tak mempercayai hari kiamat, serta ingkar terhadap qadha dan qadar.

            Jangan bersedih, kalau anda memang tak sengaja telah berbuat dosa, cepatlah bertobat, kalau anda telah melakukan kejahatan, mintalah ampunan-Nya. Dan kalau anda telah melakukan suatu kesalahan, perbaikilah kesalahan itu. Bagaimanapun, rahmat dan kasih sayang Allah itu tak terhingga luasnya, pintu ampunan-Nya selalu terbuka dan ampunan-Nya senantiasa melimpah ruah.

            Jangan bersedih karena kesedihan hanya akan menyebabkan syaraf cepat letih, jiwa mudah tergoncang, hati menjadi lemah, dan pikiran tak terarah.

            Seorang penyair berkata :
Mungkin saja Seseorang merasa terhimpit cobaan,
karena tak sadar bahwa jalan keluar ada ditangan sang pencipta. Kala Kesesakan semakin berat terasa, dan semua lingkaran terbuka, ia akan melihat apa yang tak pernah terbayang oleh-Nya.

La-Tahjan (by.Alan Angganuari)

Jangan Bersedih Jika Anda Berbeda


Jangan Bersedih Karena Anda Berbeda dengan Orang Lain

Dr. james Gordon Gilkey mengatakan, “Permasalahan ingin menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang sudah tua setua sejarah dan sangat umum sekali seperti kehidupan manusia. Seperti halnya permasalahan ingin tidak menjadi diri sendiri, ini juga menjadi sumber yang banyak menimbulkan permasalahan psikologis.”

            Yang lain mengatakan, “Anda dalam penciptaan ini adalah sesuatu yang lain, yang tidak seorang pun yang menyerupai Anda, dan sebaliknya, Anda tidak juga menyerupai seorang pun. Sebab Dzat Sang Pencipta telah membedakan masing-masing di antara mahluk.”

            Allah berfirman :
            Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda (QS. Al-Lail : 4)

“Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri”
           
Allah berfirman :
            Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air dilembah-lembah menurut ukurannya. (QS. Ar-Ra’d : 17)
           
Setiap orang memiliki sifat, watak, serta potensinya sendiri itu. Maka dari itu, seseorang tak boleh melebur kedalam kepribadian orang lain.
           
Anda diciptakan dengan bakat tertentu untuk melakukan sebuah pekerjaan tertentu pula. Seperti dikatakan,: “Bacalah diri Anda, lalu pahami apa yang akan Anda berikan.”

            Emerson dalam makalah On Self-Reliance menuliskan, “Akan sampai waktunya nanti ketika ilmu pengetahuan manusia sampai pada sebuah keyakinan bahwa kedengkian itu adalah sebuah kebodohan, dan bertaklid adalah bunh diri. Dan, seseorang harus menerima dirinya sendiri dalam keadaan apapun, karena itu adalah nasibnya. Walaupun alam semesta ini penuh dengan hal-hal yang baik, namun seseorang baru dapat menghasilkan satu biji setelah menanam dan mengolah tanah yang telah diberikan kepadanya.

 Kekuatan yang ada dalam dirinya adalah sesuatu yang baru dalam alam ini. Dan tidak ada yang tau seberapa besar kemampuannya, sampai pun dirinya sendiri, hingga ia mencoba.”
           
Dan : Katakanlah :  Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan itu (QS. At-Taubah : 105)

by. Alan angganuari

Sabtu, 08 Juni 2013

Surah yang Paling Merdu



Surah Qaaf 16-35

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.


مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

18. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.


وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

19. Dan datanglah sakaratulmaut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.


وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيد

20. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.


وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

21. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.


لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

22. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.


وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ

23. Dan yang menyertai dia berkata: "Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku."


أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ

24. ALLAH berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,


مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ

25. yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,


الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

26 yang menyembah sembahan yang lain beserta ALLAH, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat."


قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

27. Yang menyertai dia berkata (pula): "Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh."


قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ

28. ALLAH berfirman: "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-KU, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu.


مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

29. Keputusan di sisi-KU tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-KU."
يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ


30. (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahannam: "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab: "Masih adakah tambahan?"

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

31. Dan didekatkanlah Syurga itu kepada orang-orang yang bertaqwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ

32. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada ALLAH) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-NYA).


مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

33. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang DIA tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

34. masukilah Syurga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.


لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

35. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.



Kamis, 06 Juni 2013

Ya Allah


Ya Allah
Semua yang ada dilangit dan dibumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu dia dalam kesibukkan. (QS. Ar-Rahman : 29)
Ketika laut bergumuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru : “ya Allah”
Ketika seseorang telah tersesat digurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru : “ya Allah”
Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru : “ya Allah”
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah : “ya Allah”
Ketika semua cara tidak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru : “ya Allah”
Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus anda pikul, menyerulah : “ya Allah”

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita, dan wajah zaman berlumuran debu hitam Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang, dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah.
            Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan kehadirat-Nya.
           
        Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu kearah-Nya untuk memohon pertolongan ! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,

Allah maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya (QS. Asy-Syura : 19)

           Allah :  nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.

Apakah kamu tahu ada seseorang yang sama dengan dia (yang patut disembah)? (QS.Maryam : 65)

      Allah :  milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.

Milik siapakah kerajaan pada hari ini ? milik Allah Yang Maha Esa Lagi Maha Mengalahkan. (QS. Ghafir : 16)

            Allah  : dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.

Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah datang-Nya. (QS. An-Nahl : 53)

            Allah   : pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan, dan keperkasaan.

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf, kekudusan-Mu tetap meliputi semua arwah, Engkau tetap yang Maha Agung, semua makna, akan lebur, mencair, ditengah keagungan-Mu, wahai Rabbku.
            Ya Allah gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

            Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergejolak ini kedamaiaan. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini kearah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.

            Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.

            Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

            Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya kepada-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah engkau sebagai pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong.

La Tahzan (Jangan Bersedih)
DR. Aidh al-Qarni

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri


Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. (QS. An-Nahl : I)
            Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak ? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya ? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ?
            Yang jelas, hari esok masih ada di alam gaib dan belum turun ke bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai diatasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai kejembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai diatasnya. Dan bisa jadi pula, kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
            Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru diduga darinya, adalah sesuatu yang tidak dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk  thulul amal (angan-angan yang terlalu jauh). Secara nalar, tindakan itupun tak masuk akal, karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan manusia didunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”.
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (QS. Al-Baqarah : 268)
            Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di ‘genggaman yang lain’ tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.
            Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah menanyakan kabar beritanya, dan jangan pernah pula menanti serangan petakanya. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.
            Jika anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah angan-angan yang berlebihan.
La Tahzan (Jangan Bersedih)
DR. Aidh al-Qarni